An American Original

Saya punya kawan yang membenci Amerika dengan segenap jiwa raga.

Setiap kali kami ngopi, tanpa gagal, dia akan meluncurkan setidaknya satu ceramah tentang imperialisme Amerika, kapitalisme Amerika, budaya Amerika yang merusak tradisi lokal. Kadang dua ceramah. Kadang tiga, kalau kopinya enak.

Sore itu, di tengah kuliah singkatnya tentang bagaimana Hollywood mencuci otak generasi muda, saya melirik bungkus rokok di atas meja. Lucky Strike. Di sana, dengan bangga, tercetak: An American Original.

“Terus kenapa kamu merokok merek itu?” tanya saya, menunjuk bungkus itu.

Dia mandeg sebentar. Menatap rokoknya. Lalu tersenyum—senyum orang yang sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan semacam ini sejak lama.

“Oh, kalau masalah milih rokok, itu masalah selera!” katanya, sambil menyulut sebatang lagi dengan api yang—saya yakin—juga buatan Amerika.

Saya mengangguk. Tentu saja. Selera.

Prinsip memang penting. Tapi tidak sepenting nikotin.

BACA JUGA:  Stop Gemetar pada Simbol