Ukuran Anak di Rumah
Di sebuah rumah, lemari kaca menyimpan piala, sertifikat, dan nama-nama yang dibanggakan. Namun malam itu, sebuah buku hijau di dekat meja makan membuat semua bingkai terasa seperti sedang menunggu jawaban.
Di sebuah rumah, lemari kaca menyimpan piala, sertifikat, dan nama-nama yang dibanggakan. Namun malam itu, sebuah buku hijau di dekat meja makan membuat semua bingkai terasa seperti sedang menunggu jawaban.
Sebuah pertemuan seni dimulai dengan kopi, rapa’i, dan janji jalan baru. Menjelang magrib, satu foto membuat semua orang di ruangan itu tampak telah memilih jalan yang sama.
Tiga orang penari. Satu sanggar bocor. Satu map hijau baru. Proposal menentukan siapa yang boleh menari.
Bang Saman menurunkan rapa’inya. Belum ada yang bertanya apakah talinya sudah putus. Belum ada yang bertanya apakah muridnya masih ada. Belum ada yang bertanya apakah ia punya ongkos pulang.
Tepuk tangan tidak bisa ditransfer ke rekening listrik. Imbalan adalah napas — biaya cetak, bensin, sewa ruang. Peradaban dimulai dari kebiasaan paling sederhana: beli buku. Bayar puisi. Tulis kontrak. Siapkan honor sebelum backdrop. Mulai dari situ.
Juru Bicara Bukan Sekadar Mulut Kita tidak pernah bertanya apa yang tidak disampaikan [...]
Teman saya membenci Amerika habis-habisan. Tapi rokoknya? Lucky Strike—An American Original. "Itu masalah selera!" katanya.
Membangun gedung itu urusan tukang. Membangun kota itu urusan jiwa.
Kita terbiasa dengan tak nyaman. Keluhan mereda.
Logika mati di kaki penguasa. Kisah Tabib yang rela menukar akal sehat demi membela kebodohan Anak Raja.