Stop Gemetar pada Simbol
Kita ini aneh. Air banjir masih merendam dapur warga, tapi energi satu nanggroe habis terkuras hanya karena ulah segelintir anak muda dengan bendera.
Pejabat panik. Rapat digelar. Seolah-olah perang akan meletus besok pagi.
Padahal, lihat baik-baik. Itu bukan pasukan asing. Itu anak-anak Gen Z kita sendiri. Mereka tidak sedang menyusun makar. Mereka mungkin cuma bosan, kurang paham sejarah, atau sekadar cari sensasi untuk konten.
Tapi karena kita paranoid, kita merespons kenakalan remaja seakan menghadapi musuh negara. Kita memberi panggung pada hal yang harusnya bisa diselesaikan dengan ngopi dan nasihat orang tua.
Masalah kita bukan kain itu. Masalah kita adalah ketakutan berlebihan pada bayangan masa lalu.
Berhentilah gemetar pada simbol. Kain bisa diturunkan, tapi perut lapar korban banjir tak bisa ditunda. Uruslah air yang nyata, jangan sibuk memerangi hantu.



