Abang Garang Berlidah Pendek
Kata para pawang, senyum-senyuman Abang Garang sulit-sulit tertunaikan dolar, ringgit, pound, dirham, gulden apalagi rupiah.
Kata para pawang, senyum-senyuman Abang Garang sulit-sulit tertunaikan dolar, ringgit, pound, dirham, gulden apalagi rupiah.
Di musim badai Tukang Kebiri tak lelah-lelah menangguk rezeki demi rezeki, karena di musim ini banyak mangsa lupa diri, jinak sekali untuk dikebiri.
Taman itu, Taman Sari yang berpuluh tahun dielu-elukanya itu, kini pongah mencibir-cibir kekecewaannya. Said merasa diledek-ledekan oleh sebuah bangunan megah setengah lingkaran yang berdiri di atas bekas situs-situs kenangannya.
Di kota ini, dua keluarga terakhir yang tersisa adalah keluargaku dan keluarga Tuan Sofyan. Semua keluarga yang lain sudah duluan pergi.
“Tak pernah jadi! Tak akan jadi-jadi jika sudah ingkarkan harmoni. Usah impikan jadi jika bersepakat kangkangi janji-janji. Masa bodoh bisa jadi, jika semua bergotong royong agar tak jadi-jadi!”
POLEM: Dia itu orangnya ibarat geu peugah lam hadih maja, “Lagee bubee dua jab, seurekap dua muka. Blah noe toe blah deh pih rab. Ban dua pat ji teumee laba”.