Beda Kepekaan Seniman Aceh Tua
Seniman Aceh lebih peka pada rapai, bahasa, dan adab sehari-hari ketimbang hiruk-pikuk isu nasional—sebuah potret kepekaan yang berbeda.
Seniman Aceh lebih peka pada rapai, bahasa, dan adab sehari-hari ketimbang hiruk-pikuk isu nasional—sebuah potret kepekaan yang berbeda.
Bahasa Aceh makin hilang karena acara resmi lebih bangga pakai nama Inggris. Identitas budaya pun perlahan ditinggalkan.
Ada orang merayakan keberhasilan. Ada juga yang merayakan supaya orang lupa kegagalannya.
Ya begitulah Joe, masih banyak seniman Aceh yang malu-malu omongin masalah kontrak.
Sejumlah lagu Aceh dirilis dan dibawakan secara canggung oleh para penyanyinya. [...]
Sudah 17 belas tahun Mou Helsinki ditandatangi. Apakah akan semanis Sweet Seventeen yang selalu dirayakan para remaja?
Pemerintah Aceh pun kecipratan keuntungan melalui pajak tiket yang laku keras dan pajak dari puluhan spanduk promosi acara yang memenuhi berbagai lokasi di Banda Aceh.
Tips untuk pemain genderang Aceh yang kepingin bergabung dengan sebuah band yang ada drummer-nya.
Merasa terhina karena merasa dituduh melakukan hal sia-sia, ramai penongkrong warkop di Aceh mengutuk Farid dan menuduh balik Farid sebagai profesor yang tidak ilmiah. Sebenarnya tuduhan Farid akurat! Ini bukti-buktinya!
Tampak ada kemiripan antara musikalisasi puisi dengan seni tradisi di beberapa daerah di Indonesia, misalnya syair Aceh (terutama Gayo)